Ketika Cinta Melanda


بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Ketika Cinta Melanda !!!

Cinta adalah sesuatu hal yang tidak asing dikalangan para remaja yang sedang merasakan usia-usia yang sangat labil, namun dibalik itu terkadang cinta dapat membinasakan kita yaitu tatkala kita mencintai seseorang bukan karena Allah. Seseorang yang mencintai akan senantiasa meninggalkan duka oleh sebab itu menjauhi dengan menundukan pandangan serta menghindari diri dari hal yang menjerumuskannya adalah lebih utama.

Begitu banyak cara menghilangkan rasa kerinduan lawan jenisnya diantaranya :

  1. Menikah bagi yang mampu

 

Rosulullah ﷺ Bersabda :

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 

Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” Muttafaq Alaihi.

 

اَلْبَاءَةَ Secara Bahasa adalah bersetubuh namun pengertian اَلْبَاءَةَ menurut kalangan ulama terbagi menjadi 2 pendapat :

  • Pendapat Pertama yaitu bermakna hubungan antara suami istri, walaupun demikian tetap mempunyai kemampuan dalam menafkahi istrinya dan kelarganya kelak.
  • Pendapat Kedau yaitu mempunyai kemampuan untuk memberi nafkah kepada suami istri maka menikahlah.

Dengan demikian pendapat keduanya bermakna “Akan kemampuan memberi nafkah” . Inti dari hadist tersebut adalah

Barangsiapa yang mempunyai kemampuan maka menikahlah” Namun “Jika tidak mampu maka BerpuasalahSeorang yang berpuasa akan menyempitkan sel darahnya sehingga membuat syahwat terikat.

 

Seseorang yang beribadah kepada Allah Senantiasa akan mendapatkan manisnya iman yang dengannya ia tidak akan mendapati sesuatu yang manis kecuali dengan beribadah kepada Allah.

Sebagaimana perkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah “Apabila seseorang telah merasakan manisnya beribadah kepada Allah dengan keimanan maka dia tidak akan menjumpai rasa ini kecuali dengan beribadah kepada Allah.”

Di masa muda ini kita sangat sering sekali menjumpai anak muda yang bersekolah ataupun yang masih jenjang pendidikan Mahasiswa dia sudah merindukan pernikahan maka ini suatu hal yang baik namun jika tidak mampu karena masih meneruskan pendidikan maka hendaknya dia berdoa kepada Allah agar Allah Azza Wa jalla menghilangkan rasa kerinduan hingga Allah mempertemukan kita kepada pilihanNya Sungguh siapakah yang lebih baik dari pada pilihan Allah Azza Wa Jalla?.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang didalamnya tidak mengandung dosa dan pemutusan silautarahmi, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga kemungkinan ; (yaitu) dikabulkan segera doanya itu, atau dia akan menyimpan baginya di akhiat kelak,atau dia akan menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para sahabat pun berkata,” Kalau begitu kita memperbanyaknya.”  Beliau bersabda, “Allah lebih banyak lagi ( memberikan pahala).” (HR. Ahmad III/8, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad,dan lainnya. Lihat Doa dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah hal 37-38, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

  1. Menundukan pandangan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwasanya menjaga pandangan terdapat pada dua hal yakni menjaga pandangan dari aurat wanita yang bukan mahrom, menjaga pandangan dari memandang wanita yang bukan mahrom.

Jabir bin Abdillah bertanya kepada Rosulullah ﷺ :”

Hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan tak sengaja, lantas beliau memerintahkanku agar menundukan pandangan.” (HR.Muslim).

Mujahid mengatakan :”Seseorang yang senantiasa menundukan pandangan melainakan akan bertambah baginya cinta kepada Allah.”

  1. Menyibukan Diri

Menyibukan diri dengan aktivitas yang bermanfa’at seperti membaca buku agama, mengkaji Al-Qur’an, membereska rumah dan sebagainya sehingga dia tidak memikirkan lawa jenisnya atau orang yang terlintas dia pandang.

Seorang Sufi berkata kepada Imam Syafi’i “Jika dirimu tidak disibuki dengan hal yang bermanfa’at maka dirimu akan disibukan dengan hal hal yang sia-sia.”

  1. Berusaha Menhindari Nyanyian dan Film Percintaan

Ketika seseorang selalu mendengan nyanyian maka akan lebih besar timbul kerinduan pada dirinya. Ibnu Mas’ud:”Nyanyian Akan menumbuhkan kemunafikan sebagaimana Air yang menumbuhkan sayur-sayuran dan buah-buahan.” Para Ulama mengatakan bahwa Nyanyian adalah mantra-mantra setan. Adapun orang-orang yang suka bahkan kecanduan nyanyian maka tatkala dia diminta persaksian baginya, maka persaksian tersebut ditolak.

Dari sini kita ketahui bahwasanya seorang yang merindukan si dia maka hendaknya tahan namun jikalau dia mampu maka hendaknya menikah maka baginya ganjaran pahala karena dia telah melaksanakan perintah Baginda ﷺ namun jika tidak mampu maka hendaklah berpuasa sebagaimana hadist yang telah kita sebutkan.

WaAllahu A’lam

Wa Shollallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑