Ada apa dengan CINTA ??


Masih berkelanjutan bahasan kemari mengenai Cinta itu di KELOLA, bagaimana cara mengelola dan menjadikan cinta itu sejalan lurus dengan apa yang di inginkan kita tapi tidak menyimpang dari apa yang Allah ridhoi? nah itu sudah kita bahas. pembahasan kali ini adalah setelah kita terjerumus dengan namanya cinta maka apa yang kita rasakan ?

Memang Rosulullah Sholallahu’alaihi Wasallam sebutkan ajah cinta dunia ajah termasuk manis

إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرةٌ[1]

“Sesungguhnya Dunia itu Manis dan Hijau”

Manis nya ajah seperti madu bahkan jika sudah masuk kedalamnya seakan akan kepengen masuk lagi, lalu bagaimana dengan cinta kepada akhwat ? Wah… wah..

Jika di lihat dari fitrah manusia cinta itu merupakan fitrah dan manusiawi antum boleh cinta kesiapapun tapi antum harus perhatikan cinta antum melampau batas atau gak? antum bisa mempertimbangkanya..

Antum tau gak sih Dunia itu Rosul Sholallahu’alaihi Wasallam bandingin dengan Wanita sholihah ?

الدنيا متاع وخير متاعهاالمرأة الصالحة

“Dunia adalah perhiasan , dan sebaik-baik perhiasan itu adalah wanita shalihah.”

kata-kata-mutiara-jatuh-cinta-islami

 Dunia ada apa ajah sih ? Dunia itu perhiasan tapi antum tau sebaik baik perhiasan wanita sholihah jadi yang harus di tekankan antum cinta sama siapa?

Wanita sholihah kah atau Wanita yang rela auratnya di pamer-pamer.
Menurut ane Wanita yang pamer aurat gak sosweet, kok bisa?

Karena Auratnya wanita itu adalah kejutan ter-favoriite untuk pasanganya. Jika kejutan paling Favorite dia umbar gimana kejutan yang dibawah favorite.

Jadi bersyukurlah jika antum mencintai wanita sholihah, eit tapi gimana dulu cintanya ?
Antum mencintai dia berdasarkan apa yang Allah Syari’atkan,
“Tapikan…”
Gak akan kemana Jodoh udah Allah cantumkan. sloww

Jadi kalau antum belum mampu menikahi dia maka antum berpuasa ajah

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).’”

Nohkan Haditsnya udah jelas cuy… mau ngapain lagi …

“Wah kayaknya ane udah mampu lahir batin”

Siap Menikah ?

Nantikan Episode selanjutnya mengenai “Antara Bidadari Syurga dan Bidadari Dunia”
Barakallahu fiykuma. Sampai bertemu di Episode selanjutnya ^-^
________

[1]Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam, beliau bersabda dalam HR. Muslim, (no.2742). Hadits no.70 dalam Riyadhush Sholihin, Al-Imam An-Nawawi.

[2] Dari Abdullah bin Amar RA bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda dalam Hadits Muslim
[3] Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑