Notulensi Kajian Islam Bersama Ustadz Subhan Bawazier โ€“ Tema (SEPERTI DILUCUTI)


๐Ÿ‘ค UST SUBHAN BAWAZIER –ย  (SEPERTI DILUCUTI)
๐Ÿ“† 17 MEI 2017 / 19 SYABAN 1438H
๐Ÿ•Œ Masjid Agung Al-Azhar – Jakarta Selatan
______________________

Bismillahi…

SEPERTI DILUCUTI, ketika seseorang menuntut ilmu dengan niat mulia namun ia dilucuti, ingat kita sebagai seorang muslim harus mempertontonkan kapanpun dimanapun bahwa kita tetap beribadah, dan berhijtah tentu mempunyai barometer dan sungguh tidak ada yang mempengaruhi barometer hijrah kecuali seorang teman.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุกู ูƒูŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ุŒ ููŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฐููŠูŽูƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ุชูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฑููŠุญู‹ุง ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฑูู‚ูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ุฑููŠุญู‹ุง ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉ

โ€œPermisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.โ€ (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Saโ€™adi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberikan permisalan pertemanan dengan dua contoh (yakni penjual minyak wangi dan seorang pandai besi). Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan memeberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding dengannya , engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi. Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. Dia juga akan memeberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.

Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaanya kepadamu. (Bahjatu Quluubil Abrar,ย 148)

(Pembahasan Pengaruh Teman bisa merujuk kesini)

Ingat ya akhi, ketika berjihad karena Allah tentu umur sudah hilang maka sejarah tetap mengenangnya, sehingga hadir hadist yang mulia,

ihad harus sesuai dengan maksud dan tujuan disyariโ€™atkannya jihad, yaitu seorang muslim berjihad agar agama Islam ini tegak dan agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, seperti dalam hadits bahwa dikatakan kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ู ุดูŽุฌูŽุงุนูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽูŠูู‚ูŽุงุชูู„ู ุญูŽู…ููŠู‘ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽูŠูู‚ูŽุงุชูู„ู ุฑููŠูŽุงุกู‹ุŒ ููŽุฃูŽูŠู‘ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽ ู„ูุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ูููŠู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู.

โ€œWahai Rasulullah, seseorang berperang (karena ingin dikatakan) berani, seorang (lagi) berperang (karena ingin dikatakan) gagah, seorang (lagi) berperang karena riyaโ€™ (ingin dilihat orang), maka yang mana yang termasuk jihad di jalan Allah?โ€ Kemudian Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam๏€ berkata, โ€œBarangsiapa yang berperang (dengan tujuan) untuk menjadikan kalimat Allah yang paling tinggi, maka ia (berada) fii sabiilillaah (di jalan Allah).โ€

[Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 7458) dan Muslim (no. 1904)]

Sehingga Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziah Mengatakan dengan perkataan yang Bagus “Penjara yang paling buruk adalah penjara Nafsu” (Kitab Adda Waddawa”)

Menurut Imam Ibnul Qayyim, jihad melawan setan, ada dua tingkatan. Pertama, menolak syubhat dan keraguan yang dilemparkan setan kepada hamba. Kedua, menolak syahwat dan kehendak-kehendak rusak yang dilemparkan setan kepada hamba. Jihad yang pertama akan diakhiri dengan keyakinan, sedangkan jihad yang kedua akan diakhiri dengan kesabaran.
Dan tentu kita tidak lupa bahwa nanti Ramadhan ada hal hal penting sekali dimana setan akan memberikan banyak was-was kepada manusia sebelum Ramadhan, tentu setan telah mengetahui dan lebih cerdik dari kita. Namun bulan ramadhan Setan akan terbelenggu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ููุชู‘ูุญูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุบูู„ู‘ูู‚ูŽุชู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุตููู‘ูุฏูŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ู

โ€œApabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.โ€ (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Pertama, sumber maksiat tidak hanya setan. Karena hawa nafsu manusia di sana berperan.

Keterangan disampaikan Imam as-Sindi dalam Hasyiyah-nya (catatan) untuk sunan an-Nasai. Beliau mengatakan,

ูˆู„ุง ูŠู†ุงููŠู‡ ูˆู‚ูˆุน ุงู„ู…ุนุงุตูŠุŒ ุฅุฐ ูŠูƒููŠ ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ู…ุนุงุตูŠ ุดุฑุงุฑุฉ ุงู„ู†ูุณ ูˆุฎุจุงุฆุซู‡ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠู„ุฒู… ุฃู† ุชูƒูˆู† ูƒู„ ู…ุนุตูŠุฉ ุจูˆุงุณุทุฉ ุดูŠุทุงู†ุŒ ูˆุฅู„ุง ู„ูƒุงู† ู„ูƒู„ ุดูŠุทุงู† ุดูŠุทุงู† ูˆูŠุชุณู„ุณู„ุŒ ูˆุฃูŠุถุงู‹ ู…ุนู„ูˆู… ุฃู†ู‡ ู…ุง ุณุจู‚ ุฅุจู„ูŠุณ ุดูŠุทุงู† ุขุฎุฑุŒ ูู…ุนุตูŠุชู‡ ู…ุง ูƒุงู†ุช ุฅู„ุง ู…ู† ู‚ุจู„ ู†ูุณู‡ุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู…

Hadis โ€˜setan dibelengguโ€™ tidak berarti meniadakan segala bentuk maksiat. Karena bisa saja maksiat itu muncul disebabkan pengaruh jiwa yang buruk dan jahat. Dan timbulnya maksiat, tidak selalu berasal dari setan. Jika semua berasal dari setan, berarti ada setan yang mengganggu setan (setannya setan), dan seterusnya bersambung. Sementara kita tahu, tidak ada setan yang mendahului maksiat Iblis. Sehingga maksiat Iblis murni dari dirinya. Allahu aโ€™lam. (Hasyiyah Sunan an-Nasai, as-Sindi, 4/126).

Kedua, setan dibelenggu tapi dia masih bisa mengganggu. Hanya saja, dia tidak sebebas ketika dilepas. Karena makhluk yang dibelenggu hanya terikat bagian tangan dan lehernya. Sementara kakinya, lidahnya masih bisa berkarya.

Ketika kita mengetahui bahwa setan akan berusaha menganggu kita sebelum ramadhan maka jangan jadikan diri kita TERLUCUTI, sebab setan lebih cerdas dan lebih berpengalaman, sehingga cara mencegahnya adalah tentu kita harus MENINGKATKAN IMAN -> (Silahkan Merujuk kesini)

Dan tentu Fenomena yang sering seorang TERLUCUTI, yaitu ketika datang bulan Ramadhan khususnya para wanita mereka mengenakan kerudung hanya di bulan Ramadhan saja namun ketika Ramadhan sudah lewat mereka buka kerudung-kerudung nya dan tentu hal ini tidak benar.
Dibulan Ramadhan ada satu malam yang sangat mulia malam itu adalah malam lebih baik dari pada seribu bulan, dan tentu seharusnya kita kejar kebaikan, jangan ketika sudah sampai malam ganjil sebagaimana yang disabdakan Nabi

Allah Taโ€™ala berfirman,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ู‚ูู„ู’ ู„ูุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชููƒูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูุฏู’ู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ูŽุงุจููŠุจูู‡ูู†ูŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุฑูŽูู’ู†ูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูุคู’ุฐูŽูŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุบูŽูููˆุฑู‹ุง ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง

โ€œHai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh merekaโ€œ. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€ (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.

Ayat lain yang menunjukkan wajibnya jilbab,

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถูู‘ูˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ (30) ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูŠูŽุบู’ุถูุถู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธู’ู†ูŽ ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฏููŠู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฎูู…ูุฑูู‡ูู†ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌููŠููˆุจูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฏููŠู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู„ูุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุขูŽุจูŽุงุฆูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุขูŽุจูŽุงุกู ุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุฆูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู†ููŠ ุฃูŽุฎูŽูˆูŽุงุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ู†ูุณูŽุงุฆูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆู ุงู„ุชูŽู‘ุงุจูุนููŠู†ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฅูุฑู’ุจูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู ุฃูŽูˆู ุงู„ุทูู‘ูู’ู„ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุธู’ู‡ูŽุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽุฑู’ุฌูู„ูู‡ูู†ูŽู‘ ู„ููŠูุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ูŠูุฎู’ูููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฒููŠู†ูŽุชูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽุชููˆุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ (31)

โ€œKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatโ€. ย Katakanlah kepada wanita yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.โ€ (QS. An Nur: 30-31).

Dalil yang menunjukkan wajibnya jilbab adalah hadits Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ูู‘ ุนูŽุทููŠูŽู‘ุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูู…ูุฑู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุงู„ู’ุญููŠูŽู‘ุถูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุนููŠุฏูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฐูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ุฎูุฏููˆุฑู ุŒ ููŽูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู’ู†ูŽ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ุชูŽุฒูู„ู ุงู„ู’ุญููŠูŽู‘ุถู ุนูŽู†ู’ ู…ูุตูŽู„ุงูŽู‘ู‡ูู†ูŽู‘ . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู†ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฌูู„ู’ุจูŽุงุจูŒ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู„ูุชูู„ู’ุจูุณู’ู‡ูŽุง ุตูŽุงุญูุจูŽุชูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฌูู„ู’ุจูŽุงุจูู‡ูŽุง ยป

Dari Ummu โ€˜Athiyyah, ia berkata, โ€œPada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, โ€œWahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?โ€ Beliau menjawab, โ€œHendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.โ€ (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890).

Para ulama sepakat (berijmaโ€™) bahwa berjilbab itu wajib. Yang mereka perselisihkan adalah dalam masalah wajah dan kedua telapak tangan apakah wajib ditutupi.

Untukmu Wahai Saudariku, sudahlah kenakan kerudungmu, dan jangan kau perlihatkan mutiara yang tidak seharusnya kau perlihatkan, jadikan rambutmu yang indah hanya untuk pangeranmu yaitu sang suamimu.

Dan tentu saja diantara nya di masyarakat kita ada seorang bergelar Prof dan Dr namun ia membenci sunnah, bukankah Allah mencintai Nabi Muhammad sholallahu’alaihi wa sallam? Jika Engkau mencintai Allah sudah barang tentu engkau harus dan wajib mencintai RosulNya.

Allah Taโ€™ala berfirman,

{ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูุงุชูŽู‘ุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆู’ุจูŽูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุบูŽูููˆู’ุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู’ู…ูŒ}

โ€œKatakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayangโ€ (QS Ali โ€˜Imran:31).

Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ini berkata, โ€œAyat yang mulia ini merupakan hakim (pemutus perkara) bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, akan tetapi dia tidak mengikuti jalan (sunnah) Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, maka dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuan tersebut dalam masalah ini, sampai dia mau mengikuti syariat dan agama (yang dibawa oleh) Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaannyaโ€ [Tafsir Ibnu Katsir (1/477)].

Jangan kau TERLUCUTI, Ketika engkau hanya mencintai Allah sedangkan engkau meninggalkan dan Membenci Sunnah Nabi maka sama saja engkau membenci Nabi Muhammad sholallahu’alaihi wasallam, karenanya kita harus memperbaiki dan charge iman dan cara yang paling tepat hadiri MAJELIS ILMU..

Seperti dilucuti, seharusnya kita sadar, sudah ngaji kok masih durhaka, ketika datang ramadhan namun tidak istiqomah, maka moment yang tepat rapihkan dirikita dan stabilkan iman kita, orang yang betul betul berilmu maka akan memudahkan ia beribadah dan orang yang berilmu tidak akan Allah Lucuti ia.
(UST SUBHAN BAWAZIER)

Yuk Tunggu Artikel Islami Selanjutnya yang InsyaaAllah bermanfaat, dan jangan lupa agar di sebarluaskan.

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin โ€˜Amr bin Tsaโ€™labah radhiallahuโ€™anhu, bahwaย Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ู…ู† ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนู„ู‰ ุฎูŠุฑู ูู„ู‡ ู…ุซู„ู ุฃุฌุฑู ูุงุนู„ูู‡

โ€œBarangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannyaโ€ (HR. Muslim no. 1893).

Hanya di
Ilmu Sebelum Beramal-
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑