Notulensi Kajian Islam Tema “Rahasia Ketika Amalan Terputus” – Ust. Abu Usamah Syamsul Hadi


KAJIAN RAMADHAN

👤 UST ABU USAMAH SYAMSUL HADI –  (RAHASIA KETIKA AMALAN TERPUTUS)
📆 7 JUNI 2017 / 11 RAMADHAN 1438H
🕌 Masjid Imam Syafi’i Syaikh Hamad Al Hamad Raden Saleh Depan Studio ALAM TVRI  – Depok
______________________

Bismillahi…

Bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan, sebagaimana Sabda Rosulullah sholallahu’alaihi wa sallam

“Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan yang penuh barakah.”
dalam riwayat an-Nasa-i dan Imam Ahmad
Dan ingatlah Mati !!!

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

 

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).

.

Al Imam Ad-Daha mengatakan dengan perkataan yang penuh indah “Jika seorang memperbanyak mengingat kematian maka Allah akan menganugerahu kepada kita 3 hal yaitu :
 .
Allah segerakan bertaubat, Merasa Qona’ah serta Allah akan memuliakan kita dengan semangat ibadah Namun, jika kita tidak ingat kematian maka Allah berikan 3 hal sebaliknya yaitu :
 .
Tidak Allah segerakan Taubatnya dan tidak merasa Qona’ah serta Allah hinakan dia dengan malas beribadah.
 .
Dan hal ini merupakan 3 hal yang harus kita perhatikan, bagaimana pentingnya 3 hal ini sehingga membuat kita mendapatkan manfaatnya dari mengingat kematian serta, ambilah faidah dari perkataan tersebut.
 .
 .
Lalu diantara ibadah yang sangat penting adalah berdoa, dengan demikian saya akan bawakan perkataan Ulama Besar yaitu,
 .
 .
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Seagung Agungnya doa adalah Al Fatihah”
 .
 .
Kenapa?
 .
 .
karena didalamnya terkandung bagaimana kita akan istiqomah dalam beribadah kepada Allah serta didalamnya terdapat Tauhid, dengan demikian orang yang masih melakukan kesyirikan seperti menyembah kuburan atau meminta berkah kepadanya serta mempercayai jimat dan sebagainya ini adalah ciri orang yang selama ini sholatnya tidak faham akan apa yang ia baca pada surat Al Fatihah.
 .
 .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Pertama: Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

Kedua: Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah.

Ketiga: Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

a. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

PENULIS : YOGA PRATAMA

Yuk Tunggu Artikel Islami Selanjutnya yang InsyaaAllah bermanfaat, dan jangan lupa agar di sebarluaskan.

 

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Hanya di
Ilmu Sebelum Beramal-
PENULIS : YOGA PRATAMA

Yuk Tunggu Artikel Islami Selanjutnya yang InsyaaAllah bermanfaat, dan jangan lupa agar di sebarluaskan.

 

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Hanya di
Ilmu Sebelum Beramal-
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑