Notulensi Kajian Islam Bersama Ustadz DR Kholid Basalamah, MA โ€“ Tema (Hadist Qudsi La ilaha Illa Allah)


KAJIAN RAMADHAN

๐Ÿ‘ค UST DR KHOLID BASALAMAH, MA –ย  (Hadist Qudsi La ilaha Illa Allah)
๐Ÿ“† Sabtu, 15 Ramadhan 1438 H / 10 Juni 2017 M
๐Ÿ•Œ Soepomo Office Park, Blok ABC (TOKO BUKU SUPOMO), Jl Prof. DR. Soepomo S.H no.143, Tebet – Jakarta Selatan
______________________

Bismillahi…

Diantara kemuliaan Tauhid adalah denganya kita dapat masuk syurga dan sungguh diantara tauhid ada sebuah kalimat yang denganya juga kita dapat kemuliaan yang besar.

Para Ulama mengatakan, “Tidak ada sesuatu apapun yang kita lewati didunia ini melainkan Allah Mengetahuinya”

ุฃูŽู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽุทููŠูู ุงู„ู’ุฎูŽุจููŠุฑู

โ€œSejatinya yang menciptakan itu sangat mengetahui. Dan Dia adalah yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui.โ€ (QS. Al-Mulk: 14)

Sebelum membahas makna (ู„ุงุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡) ada baiknya terlebih dahulu membahas kata (ุงู„ู‡) dan (ุงู„ู„ู‡). Dalam bahasa Arab, kata (ilah /ุงู„ู‡) adalah isim mashdar dalam arti isim mafโ€™ul, yaitu (maโ€™luh/ู…ุฃู„ูˆู‡ ) yang mempunyai arti ู…ุนุจูˆุฏ /maโ€™bud (yang disembah/diibadahi) baik secara batil (salah) maupun secara hak (benar). Yang diibadhai secara batil termasuk di antaranya adalah jin, malaikat, matahari, bulan, bintang, berhala, manusia dan hawa nafsu.

Tentang jin dan malaikat, Allah berfirman :

ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽุญู’ุดูุฑูู‡ูู…ู’ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุฃูŽู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ (40) ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูˆูŽู„ููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ูู…ู’ ุจูŽู„ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู’ ุจูู‡ูู…ู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ (41)

Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”. Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS. Sabaโ€™/34 : 40-41)

Syarat-syarat ู„ุงุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡

Syarat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka yang disyaratkan itu menjadi tidak sempurna atau tidak dapat terealisasi. Maka syarat laa ilaaha illallah adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya, maka laa ilaaha illallah itu dianggap tidak sah. Dan syaratnya laa ilaaha illallah itu ada tujuh :

  1. Al-โ€˜Ilmu ( mengetahui makna laa ilaaha illallah ), yang menafikan al-jahl (kebodohan).
  2. Al-Yaqin (meyakini makna laa ilaaha illallah ), yang menafikan asy-syakk (keraguan).
  3. Al-Ikhlash ( memurnikan ibadah kepada Allah ), yang menafikan asy-syirk (kemusyrikan).
  4. Ash-Shidqu /Kejujuran (Sesuainya lahir dan batin ), yang menafikan an-nifaq (kemunafikan).
  5. Al-Mahabbah (cinta ), yang menafikan al-bughdhu (kebencian).
  6. Al-Inqiyaad (ketundukan), yang menafikan at-tark (meninggalkan).
  7. Al-Qabul (penerimaan ), yang menafikan ar-rodd (penolakan)

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Syarat Pertama : al-โ€˜Ilmu (mengetahui). Yaitu mengetahui ย makna dan maksud laa ilaaha illallah dengan kedua dimensinya; penafian dan penetapan. Yaitu bahwa ia harus mengetahui dimensi penafian dalam muatan kalimat laa ilaaha illallah, yang dalam hal ini adalah penafian semua bentuk peribadahan atau sembahan selain Allah; dan dimensi penetapan, yang dalam hal ini adalah penetapan hak ibadah bagi Allah semata. Firman Allah :

ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah. (QS. Muhammad/47 : 19)

Lawan dari pengetahuan ini adalah ketidaktahuan akan makna laa ilaaha illallah.

 

Syarat kedua : al-Yaqin (yakin). Yaitu mengetahui dengan sempurna makna laa ilaaha illallah tanpa sedikit pun keraguan terhadap makna tersebut. Jadi keimanannya tidak mengandung sesuatu yang bertentangan dengan dalam hatinya. Allah berfirman :

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุงุจููˆุง

Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu… (QS. Al-Hujurat/49 : 15)

Lawan yakin adalah keraguan.

 

Syarat ketiga : al-ikhlash (keikhlasan). Kata ini diambil dari kata al-laban al-khalish (susu murni) yang tidak lagi dicampuri kotoran yang merusak kemurnian dan kejernihannya. Maka ikhlas berarti membersihkan hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna laa ilaaha illallah. Allah berfirman :

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู…ูุฑููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ุญูู†ูŽููŽุงุกูŽ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. (QS. Al-Bayyinah/98 : 5)

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุจูุณููˆุง ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุธูู„ู’ู…ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Anโ€™am/6 : 82)

Lawan keikhlasan adalah syirik.

 

Syarat keempat : ash-shidqu (kejujuran). Yaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan; yaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan amalnya, antara apa yang ada dalam hatinya dan apa yang dikerjakan oleh raganya. Maka tidak boleh ada sesuatu yang dikerjakan oleh raga yang menyalahi apa yang diyakini oleh hati. Allah berfirman :

ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ุตูŽุฏูŽู‚ููˆุง ู…ูŽุง ุนูŽุงู‡ูŽุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุถูŽู‰ ู†ูŽุญู’ุจูŽู‡ู ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุธูุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุฏู‘ูŽู„ููˆุง ุชูŽุจู’ุฏููŠู„ู‹ุง

Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya). (QS. Al-Ahzab/33 : 23)

Lawan kejujuran adalah an-nifaq (kemunafikan), yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tak ada dalam batinnya, atau bahwa ia menyimpan kekufuran dalam batinnya tetapi ia menampakkan iman dalam lisan dan raganya.

 

Syarat kelima : al-Mahabbah (cinta). Yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai ilmu dan amal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, serta mencintai orang-orang yang beriman. Allah berfirman :

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุญูุจู‘ู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู

Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. (QS. Al-Baqarah/2 : 165)

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุขูŽุจูŽุงุคููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุคููƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽุดููŠุฑูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŒ ุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽูู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ุชูŽุฎู’ุดูŽูˆู’ู†ูŽ ูƒูŽุณูŽุงุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุณูŽุงูƒูู†ู ุชูŽุฑู’ุถูŽูˆู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ูู‡ู ููŽุชูŽุฑูŽุจู‘ูŽุตููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููŠู†ูŽ

Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. At-taubah/9 : 24)

Cinta juga harus disertai kebencian. Yaitu kebencian terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan laa ilaaha illallah, terhadap semua ilmu dan amal yang dibenci Allah dan Rasulul-Nya, serta membenci orang-orang yang membenci Allah dan Rasul-Nya.

Lawan dari cinta adalah benci terhadap kalimat laa ilaaha illallah, terhadap orang-orang yang berpegang teguh dengan kalimat ini, serta benci terhadap Islam.

 

Syarat keenam : al-Inqiyaad (ketundukan). Yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahir dengan mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Allah berfirman :

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูุนููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ู„ููŠูŽุญู’ูƒูู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุทูŽุนู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur/24 : 51)

Lawan dari ketundukan adalah meninggalkan. Yaitu meninggalkan apa yang dibawa oleh Rasulullah saw. Allah berfirman :

ููŽู„ู’ูŠูŽุญู’ุฐูŽุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงู„ููููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ

โ€ฆmaka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nur/24 : 63)

 

Syarat ketujuh : al-Qabul (penerimaan). Yaitu kerendahan dan ketundukan serta penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya yang membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT. dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariโ€™at islam. Allah berfirman :

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. (QS. Al-Ahzab/33 : 36)

Lawan dari penerimaan adalah penolakan. Yaitu bahwa menolak dan berpaling dari ajaran-ajaran rasulullah saw. dengan hatinya, sehingga ia tidak ridha dan tidak menerima ajaran-ajaran tersebut.

PENULIS : YOGA PRATAMA

Yuk Tunggu Artikel Islami Selanjutnya yang InsyaaAllah bermanfaat, dan jangan lupa agar di sebarluaskan.

 

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin โ€˜Amr bin Tsaโ€™labah radhiallahuโ€™anhu, bahwaย Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ู…ู† ุฏูŽู„ู‘ูŽ ุนู„ู‰ ุฎูŠุฑู ูู„ู‡ ู…ุซู„ู ุฃุฌุฑู ูุงุนู„ูู‡

โ€œBarangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannyaโ€ (HR. Muslim no. 1893).

Hanya di
Ilmu Sebelum Beramal-
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑