Mengenal Kajian Sunnah Secara Umum


Oleh Yoga Pratama

Bismillah…

Alhamdulillah, temen-temen sekalian kita telah mengetahui dan banyak sekali kata “Kajian Sunnah” Sebenarnya mereka itu kajianya seperti apa dan bagaimana tindak tanduknya ?

DEFINISI

Kajian Sunnah adalah kajian yang mengedepankan dalam isi ceramahnya apa yang Allah Firmankan, apa yang Rosul Sabdakan serta apa yang Para Sahabat katakan. Mereka itu berada dibawah Manhaj Salaf. Apa itu Manhaj Salaf ? “Mereka yang dalam metode beragama mengikuti Para Sahabat Rodhiyallahu anhum ”

Manhaj salaf/Kajian Sunnah adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Kenapa harus ikut Kajian Sunnah

[1] Mereka Sahabat adalah sebaik – baiknya zaman dan lebih tahu tentang agama Nabi-Nya

Beliau juga bersabda, “Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaq ‘alaih)

[2] Sebaik – baiknya Metode dan cara beragama adalah dengan Manhaj Salaf

Imam Al Barbahari rahimahullah berkata:

والأساس الذي تبني عليه الجماعة وهم أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم وهم أهل السنة والجماعة فمن لم يأخذ عنهم فقد ضل وابتدع وكل بدعة ضلالة

“Pondasi dari Al Jama’ah adalah para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Merekalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Barang siapa yang cara beragamanya tidak mengambil dari mereka, akan tersesat dan berbuat bid’ah. Padahal setiap bid’ah itu kesesatan”[1]

[3] Cara/Metode Beragama Satu-Satunya yang diakui oleh Allah dan Rosul-Nya

 

Allah berfirman:

{وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari (kalangan) orang-orang muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Qs. At Taubah: 100)

Dalam ayat lain, Allah ta’ala memuji keimanan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam firman-Nya:

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا

“Dan jika mereka beriman seperti keimanan kalian, maka sungguh mereka telah mendapatkan petunjuk (ke jalan yang benar).” (Qs. Al Baqarah: 137)

Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204)

[4] Karena seandainya kita mengikuti sahabat, maka sungguh sahabat telah dikenal keimanan mereka oleh Allah dan Rosul-Nya

Allah ta’ala berfirman:

{يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ}

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)

[5] Manhaj Salaf / Kajian Sunnah merupakan satu satunya metode beragama yang tidak banyak lawakan serta candaan 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan beberapa nasihat kepada Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, di antara nasihat tersebut adalah perkataan beliau:

(( وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ, فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ.))

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” [2]

Berbeda Antara Kajian Sunnah dengan Kajian lain ?

Menurut, saya [Penulis] Kajian Sunnah adalah satu satunya kajian yang memang berbeda dengan kajian yang lain, kenapa bisa berbeda ? iyah, mungkin bagi kita yang baru ikut kajian itu terasa sangat berbeda yang biasanya kita ikut kajian yang banyak canda tawa dan lawakan namun dikajian itu membahas dengan serius dan pembahasanya terpusat yang diambil dari QUR’AN & SUNNAH,

Saran saya [PENULIS] kalian coba hadiri kajian sunnah sekali saja. maka antum akan merasakan sensasi kelezatanya

PENGALAMAN PENULIS 

Menurut saya [Penulis], mengenai kajian sunnah ini adalah seperti Perkataan Ulama : “Allah telah memberikan hidayah kepada hamba hambanya berupa islam, dan dari hamba hambanya yang telah menjadi islam Allah memberi hidayah kepada hamba yang terpilih untuk mengenal Sunnah” 

Saya [Penulis], pernah mengalami ikut berbagai metode berdakwah maka menurut [Penulis] tidak ada kesempurnaan dan keindahan serta ketenangan melainkan duduk simpuh di Kajian Sunnah, didalamnya tidak membahas Aib, Tidak banyak tertawa, Tidak banyak benyolan dan Canda DUSTA, Apapun yang keluar pastilah dari Qur’an dan Sunnah. Ketika kita awal ikut kajian tersebut kita akan melihat perbedaan dan jika kita kepo dan ingin mengetahui lebih dalam dan esoknya kita kajian maka kita akan mendapatkan begitu indah dan pemahaman kita mengenai islam lebih mendalam. Terkadang kita dikajian biasa hanya mengetahui hal hal yang masyhur atau dikenal maka di Kajian Sunnah ini kalian semua akan mengetahui lebih banyak tentang Tauhid, Hadist, dan Fiqh serta ilmu agama lain.

Lebih Lanjut Baca Disini

Semoga Allah memberikan kita dan para pembaca hidayah untuk mengenal Sunnah serta memberikan kita kemudahan untuk menuju dan ikut serta dalam kajian sunnah serta kita memohon agar Allah memberikan kita pemahaman islam yang benar dan menjauhkan kita dari pemahaman islam yang keliru, Aamiin

Disusun

Pada Hari Minggu,

9 Juli 2017

15  Syawal 1438 H

 

 

 

Daftar Pustaka

[1] Syarhus Sunnah, 1/65

[2] Adabud-Dunya wad-Din. ‘Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi. Tahqiq: Muhammad Karim Rajih. Dar Iqra’.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑