Notulensi Kajian Sunnah Bersama Ust Abu Islama Imanuddin – Tema ( Generasi Ghuroba )


NOTULENSI KAJIAN

👤 UST ABU ISLAMA IMANUDDIN –  (GENERASI GHUROBA)
📆 Minggu, 9 Juli 2017 M  / 16 Syawal 1438 H
🕌 Masjid Imam Syafi’i Jl Raden Saleh Gg Persahabatan, Depan Studio Alam TVRI – Depok
______________________

Bismillahi…

MUKADDIMAH

Diantara Dakwah yang perlu kita ketahui , bahwasanya dakwah tidak selalu dengan jumlah yang besar lagi banyak, melainkan diawali dengan jumlah yang sedikit.

  • Nabi Sholallahu alaihi wa sallam berdakwah dimakkah diawali dengan jumlah sedikit berawal masuk islamnya orang terdekat lalu semakin banyak dan berkembang, demikianlah dakwah seorang nabi.
  • Pun demikian dengan dakwah seorang tabi’in dimana saat itu zaman penuh fitnah maka orang-orang banyak yang mencelanya dan mengatakan dia sesat
  • Hingga saat ini Dakwah Sunnah pun dianggap sesat dan tidak menghargai tradisi, ini merupakan perkataan yang tidak benar, kami katakan islam sangat menjunjung tradisi sebagaimana tradisi Kaum Quroisy yang masih ada sejak saat ini. Namun yang di perlyakan oleh islam adalah tradisi yang tidak menyalahi Qur’an & Sunnah

POINT POINT

HADITS-HADITS TENTANG  AL GHUROBA’ ?

بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ ، فطُوبَى للغرباءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. (HR. Muslim)

Ath-thub artinya orang yang mendapatkan kebaikan yang banyak serta kebahagian, di jelaskan oleh ulama ada yang mengatakan yaitu sebuah pohon di syurga

[1] DEFINISI

Orang yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni serta istiqomah, itulah yang selalu teranggap asing.

Allah Subhanahu Wa ta’ala Berfirman:

[30]Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” [32] Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.[31]Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.[Qs.Fushshilat: 30-32]

[2] FAKTA GHUROBA

Diantara Faktanya ialah,

[1] Yang berbeda dengan kaumnya, disaat kaumnya mengerjakan kebathilan ia menahan diri untuk ikut serta.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  « إِنَّ الإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ ». قَالَ قِيلَ وَمَنِ الْغُرَبَاءُ قَالَ النُّزَّاعُ مِنَ الْقَبَائِلِ. قال الشيخ الألباني : صحيح دون قال قيل

“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah ? “Mereka yang “menyempal” (berseberangan) dari kaumnya”, jawab Rasulullah   (HR. Ibnu Majah, Ahmad & Ad Darimi dinyatakan Shahih oleh Syaikh Al Albani )

[2] Orang yang berpegang teguh terhadap Sunnah Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ «إِنَّ الدِّينَ بَدَأَ غَرِيبًا وَيَرْجِعُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِى مِنْ سُنَّتِى ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah  ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (melakukan ishlah) di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku”, jawab Rasulullah e  (HR. At Tirmidzi, dinyatakan Hasan Shahih oleh Imam At Tirmidzi)

[3] Mereka diatas kebenaran walau jumlah mereka sedikit

« طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ ». فَقِيلَ مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِى أُنَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ » ﴿رَوَاهُ أحمد ﴾ تعليق شعيب الأرنؤوط : حسن لغيره مكرر

“Beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasulullah  ? “Orang-orang shalih yang berada di antara orang-orang jahat yang jumlahnya banyak sekali. Yang menentang mereka lebih banyak dibandingkan yang mengikuti ”, jawab Rasulullah   (HR. Ahmad, dinyatakan Hasan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

[4] Orang yang Ber’amar ma’ruf nahi munkar  ditengah tengah orang yang selalu mengerjakan kebathilan 

فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ :”الَّذِينَ يُصْلِحُونَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ

“Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasulullah ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (amar ma’rur dan nahi munkar) di saat manusia dalam keadaan rusak”, jawab Rasulullah   (HR. Thabrani, dengan periwayat yang terpercaya /shahih)

[3] MACAM-MACAM GHUROBA (KETERASINGAN)

  • Keterasingan orang yang teguh diatas keistiqomahan – > Mereka yang selalu teguh Menghidupkan Sunnah Rosul disaat orang-orang telah rusak.
  • Keterasingan orang yang teguh diatas kebathilan -> Mereka melakukan perbuatan yang diada adakan dalam agama dengan mengatakan ini Bid’ah Hasanah
  • Keterasingan yang tidak tercela atau tidak terpuji (Mubah) – > Berhijrah dari satu negri ke negri lain

[4] FAIDAH HADIST

[1] Keterasingan islam ketika pertama kali dengan jumlah yang sediit
Imam Qurthubi mengatakan : “Ghuroba dizaman Rosulullah adalah mereka para kaum Muhajirin” 
[2] Tanda diantara tanda Kenabian Rosulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam yang akan terjadi di masa yang akan datang
[3] Islam ini diakhiri zaman akan mendapatu kekurangan dan juga jumlah orang yang faham hanya sedikit, sebagaimana ini merupakan ucapan Qodhi Fudhoil bin Iyadh’
[4] Pentingnya seoang muslim untuk kembali membaca perjalan nabi (Siroh Nabawiyah)
[5] Menunjukan Keutamaan Ghuroba

[1] Akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan surga dan pohon surga

[2]Pahala yang diberikan bagi orang yang beramal maka ia akan dapat 50 amalan sahabat nabi

[3] Ghuroba itu akan mendapatkan pertolongan dari Allah

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku mendapat pertolongan. Orang-orang yang menghinakannya tidak akan membahayakan mereka hingga terjadi hari kiamat.”[Hadist Shohih sesuai Syarat Bukhori Muslim]

[4] Setiap Amal yang diamalkan pada zaman fitnah lebih besar dibandingkan yna gdiamalkan pada zaman nabi

Rasulullah memberi kabar gembira bahwa ibadah di zaman itu berpahala sangat besar dan bernilai amat tinggi.

عن مَعْقِل بن يَسَار – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: العبادة في الهَرْج كهجرة إليَّ

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ibadah dalam zaman harju seperti hijrah kepadaku.” (HR Muslim dan Ibnu Majah)

Penulis : Yoga Pratama

Artikel: http://www.pintuilmuyoga.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑