Notulensi Kajian Sunnah Bersama Ust Sufyan Fuad Baswedan – Tema [Bertakwa Kepada Allah]


NOTULENSI KAJIAN

👤 Ustadz Sufyan bin Fuad Baswedan –  (GENERASI GHUROBA)
📆 Kamis, 12 Syawal 1438 H (6 Juli 2017)
🕌 Masjid Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukencana no. 27, Bandung

Ini pertemuan kedua dari daurah pembahasan kitab Hadits Arba’in karya Imam An-Nawawi Abu Zakaria.

==========
Hadits ke-18

BERTAQWA KEPADA ALLAAH DAN AKHLAK MULIA

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal radhiyallaahu ’anhumaa, Rasūlullāh ﷺ bersabda,

“Bertakwalah kepada Allaah di mana pun engkau berada. Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih. Hasan dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam [Al Bir Wash Shilah/1987] dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Al-Misykat [5083].

Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa murid At-Tirmidzi. Dalam riwayat lain beliau menyebutkannya hasan shahih.

Selain melalui Abu Dzar, At-Tirmidzi meriwayatkan dari Muadz bin Jabal juga. At-Tirmidzi tidak menukil lafadz dari riwayat Muadz bin Jabal, melainkan hanya semakna saja.

Beliau kemudian menukil perkataan salah satu ahli hadits, gurunya At-Tirmidzi, bahwa jalur yang benar adalah yang kepada Abu Dzar, bukan kepada Muadz bin Jabal. Lalu kenapa bisa ada nama beliau? Karena salah satu perawinya ada kesalahan, yang harusnya jalurnya kepada Abu Dzar, perawi yang salah malah meriwayatkan kepada Muadz.

__________

Hadits ini menyebutkan beberapa wasiat dari Rasūlullāh ﷺ.

Yang pertama berkaitan dengan haknya Allaah. Yaitu untuk bertaqwa dan mengiringi perbuatan dosa dengan amal shalih supaya bisa menghapusnya.

Kemudian barulah dengan hak manusia. Yaitu bersikaplah atau bergaullah dengan manusia dengan akhlaq yang baik.

_______

Taqwa secara syar’i adalah suatu kondisi atau sikap di mana si hamba ini berusaha menjaga dirinya dari apa-apa yang berpotensi membahayakannya.

Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan melaksanakan perintah agama atau aturan syari’at. Contohnya seseorang menjaga lisannya dari perkataan yang buruk, mengendalikan anggota badan agar tidak bermaksiat. Selain itu menggunakan anggota badan untuk melaksanakan ketaatan kepada Allaah.

Karena syari’at berisi perintah dan larangan, serta ada juga berita. Perintah kita taat, larangan kita jauhi, sedangkan yang bersifat berita kita imani.

Contoh yang berupa berita adalah kisah Rasūlullāh ﷺ Isra’ Mi’raj yang diimani oleh Abu Bakar.

_____

Bagaimana seseorang mengiringi dosa dengan amal shalih?

Ada 2 tingkatan:

1. Dia sengaja berbuat amal shalih agar dosanya dihapus oleh Allaah

2. Dia berbuat amal shalih tapi tidak bermaksud untuk menghapus dosanya

Yang lebih sempurna adalah yang pertama. Kenapa? Karena ada niat khusus untuk melakukan amalan tersebut. Dan ini termasuk ibadah tersendiri.

Inilah hebatnya niat. Niat ini lebih mencapaikan targetnya daripada usahanya. Orang yang berniat untuk beriman dan beramal shalih, walau hanya beramal shalih sampai matinya mungkin 60-70 tahun, tapi diberi Surga selama-lamanya. Padahal amalnya itu tidak cukup untuk dibalas dengan Surga selama-lamanya. Tapi karena niatnya itu, ia berniat untuk beriman dan beramal shalih selama-lamanya, maka ia diberi Surga selama-lamanya.

_______

Adapun menunaikan hak manusia, sengaja disebutkan secara terpisah untuk menunjukkan bahwa ini sangat urgen. Sekaligus agar orang lebih konsen kepada hal ini. Dan agar manusia sadar taqwa itu tidak sekedar hubungan dengan Allaah, melainkan juga dengan manusia.

Pengertian akhlaq itu dibagi 2 yaitu umum dan khusus. Arti akhlaq secara umum adalah “diin”. Agama itu sendiri adalah akhlaq. Adapun pengertian akhlaq secara khusus adalah tingkah laku seseorang yang berkaitan dengan mualamah sehari-hari.

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa suatu perilaku itu adalah perilaku yang baik?

Tolak ukurnya dua, yaitu syari’at dan tradisi. Kalau secara syari’at terpuji dan secara tradisi itu terpuji, maka itu adalah akhlaq yang baik.

==========
Hadits ke-19

IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu dia berkata, “Suatu hari (ketika) saya (dibonceng Rasūlullāh ﷺ) di belakang (hewan tunggangan), beliau bersabda kepadaku, “Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat (nasehat penting) kepadamu, (maka dengarkanlah baik-baik!), “Jagalah (batasan-batasan syariat) Allaah , maka Allaah akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan syariat) Allaah, maka kamu akan mendapati Allaah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), jika kamu (ingin) meminta (sesuatu), maka mintalah (hanya) kepada Allaah, dan jika kamu (ingin) memohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah (hanya) kepada Allaah, dan ketahuilah, bahwa seluruh makhluk (di dunia ini), seandainya pun mereka bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allaah tuliskan (takdirkan) bagimu, dan seandainya pun mereka bersatu untuk mencelakakanmu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allaah tuliskan (takdirkan) akan menimpamu, pena (penulisan takdir) telah diangkat dan lembaran-lembarannya telah kering.” (HR At Tirmidzi (7/228-229 –Tuhfatul Ahwadzi), hadits no. 2516), disahihkan oleh Syaikh Al Albani), dan dia berkata: (hadits ini adalah) hadits hasan shahih).

Adapun riwayat selain At-Tirmidzi ada lafadz yang lain.

Kondisi lapang sering membuat lalai. Salah satu yang menjadi alasan orang Quraisy itu musyrik adalah karena kelapangan mereka.

Orang yang masih mengingat Allaah walau ia dalam keadaan lapang, ini akan menyebabkan Allaah akan mengingat dirinya ketika ia dalam keadaan susah atau berat.

———–

Jagalah perintahnya Allaah, yang dimaksud adalah jagalah aturan Allaah.

Ada 2 macam aturan Allaah:

1. Qadar, ketentuan, takdir

Bagaimana kita bisa menjaga aturan Allaah yang sifatnya takdir?

Yaitu dengan sabar terhadap takdir-takdir yang tidak mengenakkan. Ketika sudah terjadi baru kita bisa bersikap.

2. Syari’at

Bagaimana kita menjaga aturan yang sifatnya syari’at?

Kalau itu berita, maka kita imani kita percayai. Kalau perintah, laksanakan. Kalau larangan, kita jauhi apa tinggalkan? Jauhi. Karena jauhi ini lebih luas daripada meninggalkan. Semua faktor yang memicu untuk melakukan larangan ini harus dijauhi.

Kalau seseorang sudah menjaga aturan Allaah, baik yang berupa takdir maupun syari’at, ganjarannya adalah Allaah akan menjaga dia. Allaah senantiasa siap menolongnya.

Bedanya apa antara menjaga dan menolong?

Menjaga = melindungi dari sesuatu yang membahayakan

Menolong = memberikan jalan keluar dari suatu masalah

___________

Beriman kepada takdir ada 4 poin:

1. Allaah mengetahui segala sesuatu

Ilmu Allaah tidak bertambah dan berkurang.

2. Allaah mencatat apa yang Allaah ketahui

3. Allaah menghendaki apa yang dicatat

4. Allaah merealisasikan (menciptakan) apa yang Ia kehendaki

_________

Hadits ini juga menunjukkan adanya amal dan balasan. Amalnya adalah kita mengenal Allaah. Balasannya adalah Allaah mengenal kita.

Mengenal Allaah itu dibagi 2:

1. Ma’rifah

Ma’rifah itu di samping tahu, ia juga mengakui Rububiyyah Allaah. Sebagai Khaliq, Pengatur Mutlak.

2. Ma’rifah yang mengandung unsur Uluhiyyah Allaah.

Mengakui Allaah yang satu-satunya yang berhak disembah. Dan ini khusus dimiliki kaum mukminin.

___

Bagaimana Allaah mengenal kita?

Allaah mengenal kita dibagi menjadi 2 cakupan:

1. Umum

Allaah mengetahui gerak-gerik kita. Ilmu Allaah menyertai kita.

2. Khusus

Allaah memberikan pertolongan, pembelaan, dukungan. Dan ma’rifah yang kedua ini lebih utama karena khusus bagi orang-orang yang beriman.

==========
Hadits ke-20

MALU ADALAH AKHLAK ISLAM

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari Al-Badri radhiyallaahu’ anhu dia berkata, “Rasūlullāh ﷺ bersabda,

‘Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah, “Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!”‘” (HR. Bukhari).

Ungkapan tersebut sudah dari masa lampau.

Ungkapan ini bisa dipahami dengan 2 pengertian dan dua-duanya benar.

1. Sifatnya perintah

Kalau memang tidak malu, maka lakukan saja. Kalau masih malu, maka jangan.

Yang perlu jadi pertimbangan adalah kalau tidak malu, silakan dilakukan. Kalau malu, tidak mengapa.

Ini dipahami secara zhahir. Syaratnya adalah tidak malu.

2. Bukan perintah, tapi ada 2 pengertian:

a. Ancaman (tantangan) dari Allaah

Kalau tidak malu, maka silakan saja berbuat seenaknya.

b. Berita

Seandainya seseorang masih memiliki rasa malu, maka ia akan terhindar dari melakukan sesuatu.

==========
Hadits ke-21

IMAN DAN ISTIQAMAH

Dari Abu ‘Amr, ada juga yang mengatakan, Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasūlullāh! Katakan kepadaku mengenai Islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada seorang pun selain engkau.’ Beliau menjawab,

‘Katakanlah, “Aku beriman kepada Allaah, kemudian beristiqamahlah!”‘” (HR. Muslim).

Iman itu penting, tapi tidak cukup hanya mengucapkan. Namun harus ada bukti. Dan bukti tidak cukup 1-2 kali. Istiqamah ini lah yang berat. Balasannya luar biasa. Ada dalam surah Fushshilat ayat 30.

Setelah mengikrarkan bahwa Rabb-nya adalah Allaah, ia istiqamah. Sampai kapan? Sampai mati.

Malaikat akan turun, menenangkan dia.

Dan berbahagialah dengan Jannah yang dijanjikan untuk orang-orang yang istiqamah.

Hakikat istiqamah:

Usaha menempatkan diri kita pada jalur yang lurus dan terus berada di situ, tidak keluar darinya. Yaitu lahir dan batinnya tunduk patuh pada syari’at Islam ini sampai mati.

 

=======
Ditulis oleh Abu Al-Haq pada sore hari di Masjid Al-Ukhuwah.

Artikel http://www.pintuilmuyoga.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑