Notulensi Kajian Sunnah Bersama Ustadz Zulfi Askar โ€“ Tema (Hadist Ke 40 Kitab Arba’in Nawawi)


NOTULENSI KAJIAN

๐Ÿ‘ค UST ZULFI ASKAR –ย  (HADIST ARBA’IN NAWAWI KE 40)
๐Ÿ“†ย 13 JULI 2017 / 17 SYAWAL 1438H
๐Ÿ•Œ Masjid Nurullah, Apartemenย Kalibataย City, Basement Tower Cendana, Jl. TMPKalibataย Raya โ€“ย  Jakarta Selatan.
______________________

Hadits Keempat Puluh

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑู’ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจูู…ูŽู†ู’ูƒูุจูŽูŠู‘ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูƒูู†ู’ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุบูŽุฑููŠู’ุจูŒ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุงุจูุฑู ุณูŽุจููŠู’ู„ู . ูˆูŽูƒุงูŽู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู : ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ู’ุณูŽูŠู’ุชูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุชูŽุธูุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุจูŽุงุญูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตู’ุจูŽุญู’ุชูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุชูŽุธูุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽุฎูุฐู’ ู…ูู†ู’ ุตูุญู‘ูŽุชููƒูŽ ู„ูู…ูŽุฑูŽุถููƒูŽุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุญูŽูŠูŽุงุชููƒูŽ ู„ูู…ูŽูˆู’ุชููƒูŽ .

[ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ]

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara โ€œ, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu โ€œย (Riwayat Bukhori)

===========

Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara

Sebagaimana seorang yang asing ketika datang dari luar negri atau luar kota ia akan bermalam dengan menginap dirumah kerabat atau menyewa villa. Sangat amat mustahil sendainya orang asing itu membeli rumah, sebab ia hanya sementara saja tinggal di tempat itu dengan tujuan tertentu.

Hadist Rosulullah ini memberitakan bahwasanya setiap sabda Rosul tidaklah di sabdakan kepada sahabat melainkan itu berlaku untuk umat ini dan para sahabat yang lain.

Dunia adalah tempat kebahagiaan, namun ingatlah bahagia yang hakiki adalah di akhirat sebab akhirat lebih kekal. Maka sungguh dunia hanya sementara.

Suatu hari seorang lelaki berkunjung ke rumah Abu Dzar. Melihat rumahnya kosong melompong, tamu itu bertanya,ย โ€œWahai Abu Dzar, dimana gerangan perabot-perabot rumah anda?โ€Jawab Abu Dzar,ย โ€œKita punya rumah di kampung sana (maksudnya kanpung akhirat) sehingga perabot-perabot yang terbaik kukirimkan kesana”
Ini menunjukan kezuhudan sahabat Abu Dzarย Rodhiyallahu anhu.
Perkataan Tabi’in yaitu Fudhoil ibn Iyadh”
“Seorang mukmin itu seperti orang asing, diat tidak berkeluh kesah atas kehinaan. karena orang mukmin tau dia punya urusan dan saya pun punya urusan yaitu untuk beribadah kepada Allah.”
Sebabnya, orang mukmin tidak berlomba-lomba mencari kemuliaan dan kedudukan, karenanya ia mencari keridhoan Allahย Subhanahu Wa ta’ala. Sebagaimana Nabi Adam pertama kali Allah tempatkan di syurga sebagaimana orang-orang sholih akan kembali kesyurga. Begitupun Umat ini yang memperingati bahwa musuhnya adalah musuh yang menggoda nabi adam kedunia. Maka dia tidak terpenjarat atas godaan setan.
KISAH TABI’IN

Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh โ€“ ulama besar di masa Tabiโ€™ Tabiin โ€“ (w. 187 H) bernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.

โ€œBerapa usia anda?โ€, tanya Fudhail.

โ€œ60 tahun.โ€, Jawab orang itu.

โ€œAnda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.โ€ Komentar Fudhail

โ€œInna Lillahi Wa Inna Ilaihi rajiโ€™un.โ€ Orang itu keheranan.

โ€œAnda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?โ€ tanya Fudhail.

โ€œTolong jelaskan tafsirnya?โ€ Orang itu balik tanya.

โ€œAnda menyatakan:ย innaa lillaahย (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.โ€ Jelas Fudhail.

โ€œLalu bagaimana jalan keluarnya?โ€ tanya orang itu.

โ€œCaranya mudah.โ€ Tegas Fudhail.

Kemudia Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,

ุชูุญู’ุณูู†ู ูููŠู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ูŠูุบู’ููŽุฑู ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ , ููŽุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุณูŽุฃู’ุชูŽ ูููŠู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ุฃูุฎูุฐู’ุชูŽ ุจูู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ

Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliyaโ€™, 8/113).

Sehingga Atsar diatas sangat amat berkaitan seakan akanย Fudhoil bin Iyadh’ mengetahui hadist nabi.

dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽุนู’ุฐูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู…ู’ุฑูุฆู ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุฃูŽุฌูŽู„ูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุจูŽู„ู‘ูŽุบูŽู‡ู ุณูุชู‘ููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹

“Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun.” (HR. Bukhari 6419).

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

Makna hadis bahwa udzur dan alasan sudah tidak ada, misalnya ada orang mengatakan, โ€œAndai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.โ€

Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, sementara sangat memungkinkan baginya untuk melakukannya, dengan usia yang dia miliki, maka ketika itu tidak ada yang layak untuk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan, dan konsentrasi penuh untuk akhirat. (Fathul Bari, 11/240).

Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari

Sebagaimana, kebaikan berupa (Sedekah, Sholat Witir dan banyak lagi yang memiliki keutamaan besar).

[1] Sedekah – [Merujuk Kesini]
[2] Sholat Witr – [Merujuk Kesini]

Sebab, kebaikan tidak boleh ditunda, selagi bisa maka laksanakanlah. Jangan menunggu ajal menjemput, sebab banyak hadist yang datang dari Lisan Nabi Muhammadย Sholallahu ‘alaihi wa sallam.

gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu

Bakkar Al-Muzanni :’Kalau Seandainya kalian bisa tidak tidur dan wasiat ada di bantalnya maka hendaklah laksanakan karena ia tidak tahu, bisa jadi ia ketika tidurnya menjadi penghuni dunia (penghuni akhirat)

Dan bewasiatlah sebab, cukuplah ketika kau tertidur tidak ada yang tau kau akan bangun dengan bernafas ataukah tidak, maka ketika kita bewasiat inilah yang membuat ahli waris kita mudah untuk mengurusi hutang piutang kita [Silahkan merujuk kesini]

 

PENULIS : YOGA PRATAMA
Artikel pintuilmuyoga.wordpress.com
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑