Notulensi Kajian Sunnah Bersama Ust Khalid Basalamah – Tema (Sahabat Ammar bin Yasir)


NOTULENSI KAJIAN

👤 UST DR. KHALID BASALAMAH, MA –  (PERJALANAN SAHABAT AMAR BIN YASIR-  KITAB ASHABUROSULULLLAH )
📆  Sabtu, 15 Juli 2017 (20 Syawwal 1438H)
🕌 Masjid Nurul Iman Blok M Square Lt 7 – Jakarta Selatan
______________________

BIOGRAFI ‘AMAR BIN YASIR

Dia adalah ‘Ammar bin Yasir Rodhiyallahu anhuma, seorang imam besar, Abul Yaqzhan Al-Ansi Al-Makki, mantan hamba sahaya Bani Makhzum, satu dari sekian sahabat angkatan pertama dan termasuk pasukan Perang Ba’dar. Ibunya Sumayyah, seorang hamba sahaya Bani Makhzum, salah seorang Sahabat besar dari kalangan wanita, Ia adalah wanita yang pertama mati syahid dalam Islam.

KISAH MASUK ISLAM KELUARGA ‘AMMAR BIN YASIR

Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu merupakan seorang muslim dari kalangan keluarga miskin dan bukan asli orang Makkah. Akan tetapi, beliau perantauan berasal dari negeri Yaman, lalu hijrah dan hidup di Makkah Mukaromah hingga diutusnya Rosululloh sholallohu alaihi wasallam.

Setelah terpikat dengan keadilan Islam, Ammar dan keluarganya menyatakan diri untuk merubah keyakinannya yang penuh dengan kesyirikan, diganti dengan keindahan Islam. Dengan keimanan yang tinggi, Ammar rodhiallohu anhu tidak menyembunyikan keyakinan (keislaman) nya dikalangan kaum musyrikin Quraisy. Hal tersebut membuat orang-orang Quraisy marah dan sangat membenci Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu beserta keluarganya.

Dikarenakan bukan penduduk asli Makkah dan tidak ada kabilah Arab yang menjamin keselamatan bagi Ammar, orang-orang Quraisy merasa ringan untuk menyiksa Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu dan keluarganya. Ammar rodhiallohu anhu dan keluarganya disiksa dan dianiaya dikarenakan keimanan mereka kepada Muhammad sholallohu alaihi wasallam sebagai Rosululloh dan pengesaan kepada Alloh ta’ala. Salah satu cerita yang dikisahkan mengenai siksaan yang dialami oleh ibu Ammar bin Yasir, Sumayyah rodhiallohu anha.

Abu Jahal seorang kafir Quraisy yang seram lagi aniaya, suatu saat memakaikan baju besi kepada Sumayyah rodhiallohu anha untuk menyiksanya. Kemudian Abu Jahal membawanya di tengah-tengah tanah lapang dan diterik matahari yang sangat menyengat dan membakar. Di sana, Sumayyah dianiaya oleh Abu Jahal, dengan pemaksaan untuk kembali kepada agama nenek moyang. Akan tetapi, manisnya iman telah merasuk di dalam hati Ibu Ammar bin Yasir rodhiallohu anha, sehingga ia tetap bersabar dan menahan siksa yang menimpanya.

Kesabaran Sumayyah rodhiallohu anha membuat kesal dan putus asa Abu Jahal. Dia pun naik pitam dan mencoba mengambil tombak, lalu menancapkannya pada tubuh Sumayyah rodhiallohu anha. Akhirnya beliau pun wafat dalam keadaan syahid.

Dalam kitab ‘Usudhu al-Ghobah’, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqolani rohimahulloh mengatakan, “Abu Jahal menusuk Sumayyah rodhiallohu anha dengan tombak yang ada ditangannya pada kemaluannya hingga meninggal dunia. Beliau adalah orang yang mati syahid pertama dalam Islam, beliau dibunuh sebelum hijrah, dan beliau termasuk di antara orang yang memperlihatkan keislamannya secara terang-terangan pada awal datangnya Islam.”

Siksaan dan rintangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir Quraisy kepada keluarga Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu bertubi-tubi, sehingga Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam ketika melewati mereka yang sedang disiksa merasa sedih dan tidak memiliki kekuatan untuk menolongnya.

Dikisahkan oleh Amr bin Maimun rodhiallohu anhu: orang-orang musyrikin menyiksa Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu dengan api yang menyala-nyala. Di pertengahan kejadian itu, Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam melawatinya, beliau mengusap kepalanya denga tangan, dan berdoa:

يَا نَارُ كُونِيْ بَرْداً وَسَلاَماً عَلَى عَمَّارٍ كَمَا كُنْتِ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ

“Wahai api, jadilah engkau dingin dan menyelamatkan pada Ammar, sebagaimana dahulu engkau (bersikap) pada Ibrohim. [Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam At-Thabaqaat III/1/177]

PENYIKSAAN KELUARGA ‘AMMAR BIN YASIR

Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan.

Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka, mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “Ahad … Ahad ….” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal.

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru,

صَتْرًاآلَ يَاسِرٍفَإِ نِّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ

Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”[Hadist Hasan Shahih oleh Syaikh Al-Albani rohimahullah]

Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar.”

Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut.

Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya,Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat. Terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman dan suci bersih. Beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segala yang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan.

HIJRAHNYA ‘AMMAR BIN YASIR

Allah Menetapkan keselamatan bagi ‘Ammar Rodhiyallahu anhu dan orang-orang yang lemah sepertinya ketika Allah mengizinkan Nabi sholallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya berhijrah ke Madinah.

‘Ammar rodhiyallahu anhu berhijrah berlari membawa agamanya setelah dia kehilangan ayah dan ibunya dan hanya berharap pahala dari semua itu kepada Allah Azza wa Jalla. Ketika ‘Ammar tiba di Quba’. dia mengajak mereka untuk membangun masjid guna mendirikan shalat didaalamnya, maka mereka merespon ajakanya dengan baik sehingga masjid pun di bangun.

Ulama mengatakan :”Setiap kali kita shalat di masjid Quba’ maka pahala orang yang telah shalat tersebut di masjid Quba’ mengalir ke ‘Ammar bin Yasir tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan shalat”

Dari Al-Qasim bin ‘Abdirrahman Rohimahullah, ia berkata, “Ammar adalah orang pertama yang membangun masjid yang digunakan untuk shalat” [Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Thabaqaat]

JIHADNYA ‘AMMAR BIN YASIR

‘Ammar Rodhiyallahu anhu Ikut serta dalam Perang Badar bersama Rosulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah satu-satunya muslim yang ikut dalam perang ini yang kedua orangtuanya telah masuk islam dan mati syahid. ‘Ammar juga ikut dalam seluruh peperangan bersama Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnu Umar Rodhiyallahu anhu, “Pada Perang Yamamah aku melihat ‘Ammar berdiri diatas sebuah batu besar, dia berseru, “Wahai Kaum muslimin! Apakah kalian berlari dari Surga? Aku adalah “Ammar bin Yasir, kemarilah kalian semuanya.” Aku melihatnya telinganya yang terpotong sedangkan ‘Ammar berperang sangat gigih. [Diriwayatkan Ibnu Sa’ad}

‘AMMAR BIN YASIR BERKESEMPATAN MENJADI GUBERNUR KUFAH

Selama menjadi gubernur, ‘Ammar bin Yasir Rodhiyallahu anhu telah menorehkan teladan dalam bidang kasih sayang, keadilan, kerendandahan hati dan sikap obyektif.

Dari Haritsah bin Mudharrib Rohimahullah ia berkata, “Surat ‘Umar dibacakan kepada kami, isinya ‘Amma Ba’du, sesungguhnya aku mengirimkan kepada kalian ‘Ammar bin Yasir sebagai gubernur dan Ibnu Mas’ud sebagai pendidik dan pendukung. Dua orang ini termasuk Sahabat Muhammad unggulan dan termasuk orang-orang yang ikut dalam Perang Badar, dengarkanlah dan taatilah keduanya. Aku lebih mementingkan kalian atas diriku dengan mengirim Ibu ‘Ummi ‘Abd” Yakni Ibnu Mas’ud

Syuraik meriwayatkannya, maka ‘Umar berkata, “Aku mendahulukan kalian daripada diriku dengan mengirim keduanya kepada kalian.”[Diriwayatkan Ibnu Sa’ad dinukil dari As-Siyar karya Adz-Dzahabi]

Dari Tahriq bin Syihab Rohimahullah ia berkata,Orang-orang Bashrah ikut dalam Perang Nahawan. Mereka didukung oleh Orang-orang Kufah yang dipimpin oleh ‘Ammar. mereka meraih kemenangan maka orang-orang Bashrah tidak berkenan berbagi harta rempasan perang kepada orang-orang Kufah, lalu seorang laki-laki ndari Bani Tamim berkata, “Wahi orang yang terpotong telinganya, apakah engkau ingin mendapatkan harta rampasan kami?” Maka ‘Ammar berkata, “Engkau telah mencela telinga terbaiku, telinga ini terpotong sewaktu aku berperang bersa Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam.” Hal ini dilaporkan kepada ‘Umar, maka ‘Umar menjawab, “Seswungguhnya harta rampasan adalah hak siapa yang ikut dalam peperangan”[Syu’aib Al-Arnauth berkata dalam Takhriij as-Siyar, “Sanadnya shahih” Diriwayatkan Ibnu Sa’ad]

Umar sebagaimana biasa bertanya kepada masyarakat tentang para gubernurnya karena dia khawatir para gubernurnya tidak bertindak adil dan berbuat zhalim dalam menetapkan hukum.

Ada yang berkata, mereka mengadukan ‘Ammar kepada ‘Umar dalam beberapa hal yang tidak disukai, maka ‘Umar mencopot ‘Ammar dari jabatanya dan tidak menyalahkannya.

Dari Asy-Sya’bi bahwa ‘Umar berkata kepada ‘Ammar , “Apakah pencopotanmu dari jabatan menyakitimu?” ‘Ammar menjawab, “Jika engkau berkata demikian maka ia telah menyakitiku ketika engkau mengangkatku dan menyakitiku ketika engkau mencopotku” [Siyar A’lam Nybalaa’ Karya Imam Adzh-Dzahabi]

KEUTAMAAN ‘AMMAR BIN YASIR

[1] Orang yang utama masuk Islam beserta keluarganya.

[2] Orang yang berhasil sabar dalam cobaan

[3] Orang yang termasuk penyebab orang tua masuk kedalam Islam.

[4] Orang yang mendapatkan Mukjizat Nabi ketika disiksa dijadikan api menjadi dingin

[5] Jaminan surga untuk ‘Ammar dan keluarganya.

[6] Nabi memberikan julukan sebagai orang yang baik dan kayak dijadikan pendidikan baik.

[7] Mencintai Ammar sama saja mencintai Allah

[8] ‘Ammar bin Yasir Imanya sempurna.

[9] Mengambil petunjuk dari Ammar

[10] ‘Ammar bin Yasir selamat daru godaan setan, ternyata bukan hanya umar saja yg ditakuti setan

[11] Ammar mati syahid dan matinya sebagai kebenaran untuk ‘Ali disaat perselisihan antara ‘Ali dan Mu’awiyah atas kematian Utsman Rodhiyallahu anhum

[12] Beliau mengikuti semua peperangan Rosulullah dan terutama beliau ikut dalam perang ba’dar sedangkan Allah dan RosulNya memberikan keutamaan untuk Ahlul Badar dengan ampunan.

[13] Beliau termasuk orang yang mensemangati para sahabat untuk bersatu padu disaat mereka berselisih ketika perang Yamamah melawan Musailamah Al-Kadzab.

[14] Beliau menjadi Gubernur dizaman Umar bin Khattab Rodhiyallahu anhu

PELAJARAN

[1] Keutamaan Sabar

Sabar itu ada tiga :

  • Sabar didalam Keta’atan
  • Sabar didalam Kemaksiatan
  • Sabar dalam Cobaan Harian

Adapun Dengan Sabar memiliki hikmah :

  1. Lebih kokoh keimanan seseorang.
  2. Meringkas sisa umur dengan keta’atan
  3. Mengingatkan hakikat dunia
  4. Memperkuat tujuan Akhirat
  5. Dapat melatih diri dengan sabar serta bersyukur atas nikmat Allah
  6. Memberikan penyandaran kepada jiwa bahwa kita ini lemah
  7. Manusia dapat belajar dari cobaan kehidupan
  8. Manusia dapat belajar bagaimana dengan kesabaran itu bisa menyebabkan turunya rahmat Allah
    1. [Qs.Al-Ankabut: 2-7]
    2. [Qs.Al-Baqarah: 214]
  9. Orang sabar menapakai tingkatan tertentu.
    1. وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

      “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” [Qs. As-Sajadah: 24]

  10. Allah Janjikan pahala bagi orangyang sabar
    1. قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [Qs. Az-Zumar: 10]

    2. [Qs.Al-Qasas: 54]
  11. Allah bersama orang-orang yang sabar
    1. (Qs. Al-Anfal: 54)
    2. (Qs Al-Baqarah: 153)
  12. Akan mendapatkan derajat Sidiq dan Ketakwaan
    1. [Qs.Al-Baqarah: 177]
  13. Dianjurkan berdoa untuk sabar
    1. [Qs. Al-Arof: 126]
  14. Akan mendapatkan Kemenangan di dunia dan akhirat
    1. [Qs. Al-Insan: 17]
    2. [Qs. Al-Muminun: 111]
    3. [Qs. Al-Furqon: 75]
  15. Mereka akan selamat dari tipu daya Musuh
    1. [Qs. Al-Imron: 120]
  16. Sabar adalah cahaya kehidupan
    1. Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam : “الصَّبْرُ ضِيَاءٌ”
      “Sabar adalah sinar cahaya.” (HR. Muslim).

[2] Bolehnya seseorang mengatakan kalimat kufur jika dia sedang disiksa dengan penyiksan besar. Dalam artian jika sang penyiksa memaksa kita mengatakan perkataan kufur

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” [Qs. An-Nahl: 106]

[3] Hijrah bagi seorang muslim untuk kebaikan adalah bagian dari Agama Islam.

Sebagaimana Kisah Hijrah Nabi Musa, Nabi Nuh dengan menaiki kapalnya, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam menuju Madinah

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Qs. An-Nisa: 104]

[4] Ada perintah membangun masjid dalam Islam

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى – قَالَ بُكَيْرٌحَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَيَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ – بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا

Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga” [HR.Bukhori – Muslim]

[5] Istiqomah dalam Jalan Allah

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” [Qs. Maryam: 65]

Oleh : Yoga Pratama

Artikel : pintuilmuyoga.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑