Fatwa Ulama: Bila Orang tua Melanggar Agama ?


*💥 FATWA ULAMA💥*
*Bila orang tua melanggar agama*

*Syaikh Bin Baaz*

*Pertanyaan:*
Saudara RAM dari Mesir bertanya kepada Syaikh. Setelah salam ia mengungkapkan tentang perbuatan- perbuatan yang dilakukan ayahnya yang bertentangan dengan syariat dan adab- adabnya. Apa yang harus ia lakukan terhadap ayahnya dalam kondisi seperti itu?

*Jawaban:*
Kami doakan semoga Allah memberikan petunjuk kepada ayah anda dan menganungerahinya taubat. Kami sarankan agar anda bersikap lembut terhadapnya dan menasehatinya dengan cara yang sopan serta tidak putus asa akan kemungkinan men-dapat hidayah, Allah سبحانه و تعالى berfirman,
*”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu.” (Luqman: 14-15).*

Allah mewasiatkan agar berterima kasih kepada kedua orang tua di samping bersyukur kepadaNya. Allah juga memerintahkan agar sang anak memperlakukan kedua orang tua dengan cara yang baik walaupun mereka memaksanya berbuat kufur terhadap Allah. Berdasarkan ini anda tahu, bahwa yang disyari’atkan bagi anda adalah tetap memperlakukan ayah anda dengan baik, tetap berbuat baik kepadanya walaupun ia bersikap buruk terhadap anda. Terus berusaha mengajaknya kepada al-haq. Kendati demikian, anda tidak boleh mematuhinya dalam hal kemaksiatan.

Kami sarankan juga agar anda memohon pertolongan kepada Allah سبحانه و تعالى agar memberinya petunjuk, di samping itu perlu juga meminta bantuan kepada orang-orang baik dari kalangan kerabat anda, seperti paman- paman anda dan sebagai-nya, terutama orang-orang yang dihormati dan disegani oleh ayah anda. Mudah- mudahan ia mau menerima nasehat mereka. Semoga Allah memberikan petunjuk untuk bertaubat nasuha kepada kami, anda dan ayah anda. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mahadekat.
[ Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanwwi’ah, juz 5, hal. 354, Syaikh Ibnu Baz. ]

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑