Resume Kajian Sunnah Bersama Ust Zulfi Askar – Tema (Serial Ke 41 Kitab Arba’in Nawawi)


NOTULENSI KAJIAN SUNNAH

👤 UST ZULFI ASKAR –  (SUNNAH NABI MUHAMMAD)
📆  Rabu, 19 Juli 2017 (25 Syawwal 1438H)
🕌 Masjid Nurullah – Kalibata City
______________________

Ditulis Langsung oleh -Yoga Pratama- seorang yang penuh kekurangan dan haus ilmu agama sesuai Qur’an & Sunnah,

HADITS KEEMPATPULUH SATU

 

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ

[حَديثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ وَرَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الْحُجَّة بإسنادٍ صحيحٍ ]

Dari Abu Muhammad Abdillah bin Amr bin ‘Ash radhiallahuanhuma dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa “

Hadits hasan shahih dan kami riwayatkan dari kitab Al Hujjah dengan sanad yang shahih.

(Hadits ini tergolong dho’if. Lihat Qowa’id Wa Fawa’id minal Arba’in An-Nawawiyah, karangan Nazim Muhammad Sulthan hal. 355, Misykatul Mashabih takhrij Syaikh Al Albani, hadits no. 167, juz 1, Jami’ Al Ulum wal Hikam oleh Ibn Rajab)

Abdullah bin Amr bin ‘Ash seorang perawi di hadist tersebut adalah seorang yang banyak meriwayatkan hadist dari Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam dengan sebab itu Abu Hurairah seorang sahabat nabi yang selalu mendampingi nabi pun cemburu kepadanya, bahkan Abdullah bin Amr bin ‘Ash ini seorang yang banyak menghafal dan mencatat serta menulis apa yang beliau Sholallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan.

Tidak sempurna iman seseorang 

yaitu, seseorang telah beriman namun keimanan itu masih lemah atau dalam keadaan tidak stabil bahkan ada kecacatan dan kekurangan, dengan bermaksiat atau apa pun yang menyebabkan iman lemah sebagaimana ia bermaksiat dengan tidak menta’ati perintah Allah dan Rosul-Nya.

Sempurnanya keimanan seseorang ialah ketika Allah dan Rosul-Nya memerintahkan dan melarang sesuatu maka kita harus menta’atinya.

Diantara Dalil yang menguatkan Hadist ini ialah,

[1] Jika Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan keputusan maka ta’atilah !!!

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Qs.Al-Ankabut: 36]

[2] Tidak beriman seseorang sampai ia menjadikan Rosul-Nya sebagai Hakim.

Allah ta’ala berfirman :

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” [QS. An-Nisaa’ : 65].

Jika ada dua pendapat yang berselisih maka kembalikan perkara tersebut kepada Qur’an & Sunnah, serta jangan taklid buta dengan mengatakan kelompok ini atau “ustadz ini yang paling benar karena ustadz ini ustadz saya” patokan seorang mukmin dan barometer nya adalah Dalil Qur’an dan Sunnah.

Patokan itu kepada Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam, sebab jika seandainya Rosul salah dalam mengatakan sesuatu maka sudah tentu Allah Subhanahu wa ta’ala sudah menegurnya, sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

عَبَسَ وَتَوَلَّى(١) أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى(٢) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى(٣) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى(٤) أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى(٥) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى(٦) وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى(٧) وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى(٨) وَهُوَ يَخْشَى(٩) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (١٠)

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

2. karena telah datang seorang buta kepadanya.

3. tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),

4. atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,

6. Maka kamu melayaninya.

7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman).

8. dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

9. sedang ia takut kepada (Allah),

10. Maka kamu mengabaikannya.

ASBABUN NUZUL

Sebab turunnya surat ini –sebagaiamana disepakati oleh para mufassir- adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anhaa:

أُنْزِلَ عَبَسَ وَتَوَلَّى فِي ابْنِ أُمِّ مَكْتُوْمٍ الأَعْمَى أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَقُوْلُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرْشِدْنِي، وَعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ عُظَمَاءِ الْمُشْرِكِيْنَ فَجَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْرِضُ عَنْهُ وَيُقْبِلُ عَلَى الآخَرِ وَيَقُوْلُ أَتَرَى بِمَا أَقُوْلُ بَأْسًا فَيَقُوْلُ لاَ فَفِي هَذَا أُنْزِلَ

“Diturunkan surat ‘Abasa wa Tawallaa’ tentang Ibnu Ummi Maktum yang buta, ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata : “Wahai Rasulullah berilah pengarahan/petunjuk kepadaku”. Dan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada seseorang dari para pembesar kaum musyrikin. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallampun berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan berbalik ke arah lelaki (musyrik) tersebut dan berkata : “Apakah menurutmu apa yang aku katakan (sampaikan kepadamu tentang dakwah tauhid-pen) baik?”, maka lelaki pembesar musyrik tersebut berkata : “Tidak”. Karena inilah turun surat ‘Abasa.” (HR At-Tirmidzi no 2651 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Dan kita tahu bahwasanya Perkataan Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa ta’ala tentu sudah pasti beliau maksum dari kesalahan. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

 

“dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya”

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” [Qs.At-Taubah: 24]

[4]  Cintailah Rosul-Nya maka sama saja kau cintai Allah.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qs. Al-Imron : 31]

[5]  Jika Kau Benci Apa yang diturunkan Allah, maka terhapus amalanmu

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.”[Qs.Muhammad : 9]

[6] Terhapus amalanmu disebabkan membenci keridhoan Allah

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.”[Qs. Muhammad: 28]

[7]  Cintai Nabimu dengan sempurna

 لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Salah seorang di antara kalian tidak akan beriman sampai aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya bahkan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[8] Kisah Umar Mencintai Nabi lebih dari apapun

‘Abdullah bin Hisyam berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab –radiyallahu ’anhu-. Lalu Umar –radhiyallahu ’anhu- berkata,

لأنت أحب إلي من كل شيء إلا من نفسي  

”Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

لا والذي نفسي بيده حتى أكون أحب إليك من نفسك

”Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian ’Umar berkata,

فإنه الآن والله لأنت أحب إلي من نفسي

”Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

الآن يا عمر

”Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).”

(HR. Bukhari) [Bukhari: 86-Kitabul Iman wan Nudzur, 2-Bab Bagaimana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersumpah]

Amal seseorang akan sia-sia ketika ia membenci apa yang Allah ridhoi serta meridhoi apa yang Allah benci. Sebagaimana Perkataan Ulama,

“Tidak ada seorangpun yang berbuat kejelekan, kemaksiatan serta kebid’ahan melainkan karena hawa nafsu mereka”

Artikel : pintuilmuyoga.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑