Resume Kajian Sunnah Bersama Ust Subhan Bawazier – Urus Saja Dirimu Sendiri


NOTULENSI KAJIAN SUNNAH

👤 UST SUBHAN BAWAZIER –  (URUS AJA DIRIMU SENDIRI)
📆  JUM’AT, 15 Juli 2017 (21 Syawwal 1438H)
🕌 Masjid Nurul ‘Amal Pasar Minggu- Jakarta Selatan
====================

Ditulis oleh -Yoga Pratama- seorang yang penuh kekurangan dan haus ilmu agama sesuai Qur’an & Sunnah,

Jaga dirimu dan keluargamu dari neraka, Sebagaimana Firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Bicara hidayah, tidak setiap orang dapat mendatangkan hidayah Allah Azza wa Jalla kepada orang lain. Orang yang tidak campuradukan zholim dan iman dia tidak talbis. Dalam hal kezholiman dan keimanan.

Konsep dalam islam ada Sebab – Akibat

Hukum sedang menjadi alat bantu menuju suatu tujuan seorang hamba,

Rosul mendakwahkan Aqidah sehingga hukum lain tidak ada yang komplain

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu beliau berkata : “Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku”
Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam,-pent) ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?”
Beliau berkata : “Ya”
Aku bertanya : “Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?”
Beliau menjawab : “Ya, tetapi didalamnya ada asap”.
Aku bertanya : “Apa asapnya itu ?”
Beliau menjawab : “Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya”
Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?”
Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka”
Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?”
Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita”
Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini”
Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka”
Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?”
Beliau menjawab :”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu”

Dan tidak halal bagi seorang Mukmin, ketika disampaikan kepadanya firman Allah dan sabda Rasul-Nya, ia memiliki pilihan yang lain yang bukan berasal dari keduanya. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (Qs. Al Ahzab: 36).

Jika kau telah dengar Allah Berfirman, Rosul Sabdakan dan Sahabat Katakan maka tiada yang kau jawab melainkan “Dengar dan Ta’at” itulah implikasi bahwa kau cinta kepada Allah dan RosulNya

Orang kalau berilmu harus yakin dengan ilmu yakin serta orang dengan ilmul yaqin seharusnya ia melihat bagaimana berilmunya sahabat nabi yang lebih senior

Bicara Penyembuhan Yaitu Habbatus sauda’

Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?”Beliau menjawab, “Kematian”.

Ketika seseorang mendengar sabda Nabi terkadang kita tidak meyakininya maka sungguh ia belum mengenal Rosul dengan benar. itu kenapa yang dipelajari oleh seorang mukmin adalah Utsuluts tsalasah [3 Landasan Pokok].

Cintailah Nabimu maka kau akan dicintai Allah

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.” (QS. Ali Imron: 31)

Mengajak kepada kebaikan, namun banyak efeknya yang tidak sesuai keinginan.

Para Sahabat Takut Termasuk Orang Munafiq.

  • Sebagaimana ‘Umar ketika Rosul-Nya memerintahkan menemui Uwais Al Qorni maka ‘Umar tidak menanyakan kenapa dan dsb tapi beliau seakan akan mengatakan, “kami dengar dan kami ta’at”
  • Sebagaimana Ali diperintahkan menggantikan Rosul yang tidur diranjang ketika itu Rosul ingin dibunuh oleh orang Quroisy’ ketika Rosul hendak hijrah. Padahal ‘Ali belum Menikah ^.^ Lihat jika AQIDAH sudah tertanam apa yang dikatakan maka mereka katakan “Kami dengar dan Kami ta’at”

Sehingga, jika akal tidak menerima namun dia berhusnuzhon atas perintah Allah dan mereka tetap katakan kami dengar dan kami ta’at

Larangan Berbuat Munkar

ari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Hidayah itu jobnya Allah namun tugas kita hanya menyampaikan. Sesuatu yang tidak dikembalikan maka akan terjadi kerusakan. Namun hendaknya. dikembalikan kepada Qur’an dan Sunnah. Jika tidak, maka ijtihad ulama’ jika tidak maka kembalikan kepada hukum asal.

Jangan Menghakimi orang lain

Jangan menyibukan dengan sesuatu yang belum tau kebenaran dan itu bisa jadi sebab kau menzholimi saudaramu sehingga kau akan didatangkan pada hari kiamat sedangkan orang yang kau zholimi menuntut kau.

Para Sahabat ketika bertemu musuh, terlihat pada nya wajah bekas ibadah sehingga merekapun mudah masuk islam.

Saat datang di Madinah, Mush’ab tinggal di tempat As’ad bin Zurarah. Di sana ia mengajrkan dan mendakwahkan Islam kepada penduduk negeri tersebut, termasuk tokoh utama di Madinah semisal Saad bin Muadz. Dalam waktu yang singkat, sebagian besar penduduk Madinah pun memeluk agama Allah ini. Hal ini menunjukkan –setelah taufik dari Allah- akan kedalaman ilmu Mush’ab bin Umair dan pemahamanannya yang bagus terhadap Alquran dan sunnah, baiknya cara penyampaiannya dan kecerdasannya dalam berargumentasi, serta jiwanya yang tenang dan tidak terburu-buru.

Hal tersebut sangat terlihat ketika Mush’ab berhadap dengan Saad bin Muadz. Setelah berhasil mengislamkan Usaid bin Hudair, Mush’ab berangkat menuju Saad bin Muadz. Mush’ab berkata kepada Saad, “Bagaimana kiranya kalau Anda duduk dan mendengar (apa yang hendak aku sampaikan)? Jika engkau ridha dengan apa yang aku ucapkan, maka terimalah. Seandainya engkau membencinya, maka aku akan pergi”. Saad menjawab, “Ya, yang demikian itu lebih bijak”. Mush’ab pun menjelaskan kepada Saad apa itu Islam, lalu membacakannya Alquran.

Saad memiliki kesan yang mendalam terhadap Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu dan apa yang ia ucapkan. Kata Saad, “Demi Allah, dari wajahnya, sungguh kami telah mengetahui kemuliaan Islam sebelum ia berbicara tentang Islam, tentang kemuliaan dan kemudahannya”. Kemudian Saad berkata, “Apa yang harus kami perbuat jika kami hendak memeluk Islam?” “Mandilah, bersihkan pakaianmu, ucapkan dua kalimat syahadat, kemudian shalatlah dua rakaat”. Jawab Mush’ab. Saad pun melakukan apa yang diperintahkan Mush’ab.

Setelah itu, Saad berdiri dan berkata kepada kaumnya, “Wahai Bani Abdu Asyhal, apa yang kalian ketahui tentang kedudukanku di sisi kalian?” Mereka menjawab, “Engkau adalah pemuka kami, orang yang paling bagus pandangannya, dan paling lurus tabiatnya”.

Lalu Saad mengucapkan kalimat yang luar biasa, yang menunjukkan begitu besarnya wibawanya di sisi kaumnya dan begitu kuatnya pengaruhnya bagi mereka, Saad berkata, “Haram bagi laki-laki dan perempuan di antara kalian berbicara kepadaku sampai ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya!”

Tidak sampai sore hari seluruh kaumnya pun beriman kecuali Ushairim.

Karena taufik dari Allah kemudian buah dakwah Mush’ab, Madinah pun menjadi tempat pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya hijrah. Dan kemudian kota itu dikenal dengan Kota Nabi Muhammad (Madinah an-Nabawiyah).

Agama tidak memberatkanmu sedikitpun

Orang yang hamil saja ketika dia hamil maka diperbolehkan berpuasa namun jika tidak kuat maka hendaknya berbuka lalu dia bayar kafarah dengan fidyah.

Islam sudah baku, apa yang Allah Firmankan, Rosul Sabdakan serta Sahabat katakan.

Sahabat memiliki masing-masing keutamaan, sebagaimana ‘Umar dikenal sebagai Al Faruq [Pembeda antara yang haq dan yang bathil] , Abu Bakar dikenal sebagai ‘Ash-Shidiq [Orang yang selalu membenarkan perkataan Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam] serta sahabat nabi yang lainya.

Jilbabmu menolak pandangan para ikhwan, bukan menarik pandangan para ikhwan.

Kalau Iman naik lalu seseorang dicaci karena hijrahnya maka ia katakan dengan perkataan terbaik atau yang penuh keselamatan bagi pencaci

Dakwah Rasul sebagai penyempurna Akhlak,

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla saja dan memperbaiki akhlak manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”

HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273 (Shahiihul Adabil Mufrad no. 207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 45).

Sebagaimana, dahulu orang jahiliah telah kenal hukum sebab mereka sudah kenal ajaran Nabi Ibrohim ‘Alaihis salam namun akhlaknya belum sempurna.

Sebagaimana, keluarga ahlu Yasir yang telah banyak mengorbankan dirinya untuk islam dan ketika Nabi Sholallahu ‘alaihi wa sallam lewat beliau katakan, : “Sabarlah wahai keluarga Yasir karena bagimu surga”

Jangan terpancing debat denga orang non muslim atau yang menyimpang dari manha atau metode ahlus sunnah dalam beragama, tapi debat lah dengan cara yang baik bukan yang buruk. Sebagaimana ‘Abu Bakar tidak mengatakan langsung tentang islam kecuali ia telah mengetahuinya.

KESIMPULAN

Agama itu asik, enak buat ngobrol dan gak buat ngantuk. Yuk belajar agama dengan benar agar orang tidak bosan yuk timbulkan kesenangan dan jika dia punya kekurangan jangan dibenci, sebab sebaik baik manusia bagi manusia lain. Husnuzhon itu didepankan. bukan Soudzhon.

 

Artikel: pintuilmuyoga.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑